
Taylor Swift tidak perlu diragukan lagi. Penyanyi 23 tahun itu memiliki
segudang prestasi, mulai dari album dengan penjualan terbaik sampai
menjadi penyanyi terbaik Grammy Awards.
Karir boleh cemerlang, tapi untuk urusan percintaan, Taylor selalu
gagal. Pelantun ‘We Are Never Ever Getting Back Together’ itu tidak
pernah memiliki hubungan yang lama dengan seorang pria. Sederet nama
pernah mengisi hatinya. Mulai dari klan Kennedy, Connor Kennedy sampai
yang terakhir wanita yang sering bergaya retro itu pacaran dengan Harry
Styles, salah satu personel One Direction.
Setiap putus cinta, Taylor menuangkan isi hatinya lewat lirik-lirik
lagunya. Ia bercerita tentang ketegaran dan memaafkan masa lalu.
Bernasib sama dengan Taylor? Inilah pelajaran cinta yang bisa dipelajari
dari penyanyi cantik itu, seperti dirangkum Huffington Post.
1. Tidak Kembali dengan Mantan Kekasih
Dalam lagu ‘We Are Never Ever Getting Back Together’, Taylor mengajarkan
tentang bagaimana seorang wanita seharusnya move on dan tidak perlu
lagi kembali dengan mantan kekasih. Artinya, sebelum memutuskan kembali
dengan mantan kekasih. Pikirkan baik-baik, apakah si mantan telah
benar-benar berubah? atau apakah Anda sudah bisa memastikan ia tidak
akan menyakiti Anda lagi?
2. Bukan Akhir Dunia
Putus cinta memang menyakitkan, tapi bukan akhir segalanya. Percayalah,
suatu hari nanti ada pria yang bisa menggantikan posisi mantan kekasih.
Dalam masa jomblo tersebut, saatnya Anda untuk intropeksi diri dan
membuat resolusi untuk hubungan yang selanjutnya. Seperti lagu Taylor
yang berjudul ‘Begin Again’. Dalam liriknya, bercerita seorang wanita
yang setelah berbulan-bulan menjomblo, memikirkan cinta dan patah hati,
tapi pada akhirnya ia bisa merasakan jatuh cinta lagi pada seorang pria.
3. Mempercayai Insting
Taylor juga mengajarkan bahwa insting memiliki peranan penting, karena
insting biasanya selalu benar. Dalam lagu ‘I Knew You Were Trouble’,
diceritakan Taylor bahwa sebetulnya sudah memiliki perasaan yang kurang
sreg dengan pria, namun tetap memaksakan hubungan. Pada akhirnya, benar
saja si pria bermasalah. Untuk itu] sebelum memulai hubungan, dengarkan
kata hati dan insting Anda.
4. Tidak Ada Kata Telat untuk Minta Maaf
Mungkin Anda pernah memiliki salah pada mantan kekasih yang
mengakibatkan hubungan menjadi hancur. Anda pergi dari hidupnya, tanpa
meminta maaf. Jika kasusnya seperti itu, di lubuk hati terdalam ada
perasaan menyesal, karena gengsi Anda pun tetap mempertahankan ego.
Tapi, Taylor mengajarkan bahwa tidak ada yang salah dengan meminta maaf
meskipun penyesalan dan permintaan maaf bukan saat itu juga. Itu karena,
tidak ada kata terlambat untuk meminta maaf pada seseorang yang telah
kita sakiti. Pelajaran tertulis dalam lirik lagu ‘Back To December’.
Source : radio6ue





